Upaya membangun budaya sadar data kembali digaungkan oleh BPS Kabupaten Tegal melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Bangun Budaya Melek Data: Sinergi Literasi Statistik, Desa Cantik, dan Sensus Ekonomi 2025” yang diselenggarakan pada Selasa, 16 Desember 2025 di Pendopo Amangkurat, Pemkab Tegal. Acara ini menjadi momentum penting dalam menyongsong pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, sebuah kegiatan statistik nasional yang akan memotret kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh.
Kegiatan dibuka oleh Bupati Tegal, H. Ischak Maulana dan dihadiri sekitar 150 peserta dari berbagai unsur: perangkat daerah, camat, kepala desa, pelaku usaha, hingga asosiasi dunia usaha. Bupati Tegal juga sekaligus mencanangkan Kick Off Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa BPS memiliki peran strategis dalam menyediakan data yang akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah. Beliau berharap Sensus Ekonomi 2026 mampu menangkap dinamika ekonomi Kabupaten Tegal, mulai dari UMKM hingga perusahaan besar, sehingga pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan bahwa literasi data bukan hanya urusan statistik, tetapi menjadi fondasi bersama dalam merancang pembangunan yang lebih tepat sasaran. Dalam sambutannya, Kepala BPS Kabupaten Tegal, Bambang Wahyu Ponco Aji, S.ST, M.Si, menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, kualitas data sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dan dunia usaha. “Sensus Ekonomi adalah cermin ekonomi kita. Semakin lengkap datanya, semakin tajam kebijakan yang dapat dihasilkan,” ujarnya.
Sosialisasi ini menghadirkan tiga narasumber yang mewakili tiga pilar penting: statistik, pemerintah daerah, dan dunia usaha. Bambang Wahyu Ponco Aji, S.ST, M.Si, menyampaikan gambaran umum penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 serta pentingnya data ekonomi yang mutakhir. Dessy Arifianto, S.Sos., MT – Kepala DPMPTSP Kabupaten Tegal, menjelaskan dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi kegiatan ekonomi dan investasi, serta bagaimana data sensus dapat memperkuat kebijakan pelayanan publik. Kiswanto, SH – Ketua Apindo Kabupaten Tegal, menyampaikan komitmen dunia usaha untuk mendukung kelancaran sensus, karena data yang baik akan membantu menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. Sinergi ketiganya memperlihatkan bahwa Sensus Ekonomi bukan hanya agenda statistik, tetapi gerakan bersama untuk memahami dan memperkuat struktur ekonomi daerah.
Di akhir kegiatan, Bambang kembali mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. “Keberhasilan sensus ini membutuhkan dukungan kita bersama. Mari sukseskan Sensus Ekonomi 2026, Mencatat Ekonomi Indonesia,” tutupnya. (IFrilia)