SLAWI – Sinergi antara penyedia data dan dunia akademisi terus diperkuat. Pada Selasa, 13 Januari 2026, jajaran Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan kunjungan koordinasi ke kampus STIES Putera Bangsa Tegal yang berlokasi di Jl. Prof. Moh. Yamin No. 22, Trayeman, Kudaile, Slawi.
Koordinasi Survei Strategis
Kunjungan ini berfokus pada penguatan data kewilayahan melalui koordinasi survei PDRB (Produk Domestik Regional Bruto), DDA (Kabupaten Tegal Dalam Angka), dan Neraca Wilayah. Tim BPS yang terdiri dari Kepala BPS Kabupaten tegal, Bambang Ponco, Mila, Heni, dan Emy Laeliyah diterima langsung oleh jajaran pimpinan STIES Putera Bangsa, di antaranya Ary Kusmanto, MM., Dr. Muhamad Masrukhan, Fatkhuri, MM., dan Husaini Bachtiar, M.Sm.
Literasi Statistik untuk Mahasiswa
Selain membahas teknis perstatistikan nasional, pertemuan ini menjadi ajang pengenalan lebih dalam mengenai data statistik kepada pihak kampus. Mengingat STIES Putera Bangsa memiliki dua program studi strategis, yaitu Akuntansi dan Manajemen Bisnis, pemahaman mengenai data makro dan mikro dinilai sangat relevan bagi kurikulum mahasiswa.
Beberapa poin penting yang dipaparkan oleh tim BPS meliputi:
1.Sensus Ekonomi 2026: Sosialisasi awal mengenai pendataan besar sektor ekonomi yang akan berlangsung tahun ini.
2.Desa Cantik (Desa Cinta Statistik): Program pembinaan statistik di tingkat desa untuk menghasilkan data yang akurat dari level bawah.
3.Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional): Gambaran mengenai indikator kesejahteraan masyarakat yang rutin dipotret oleh BPS.
Membangun Kesadaran Data
Pihak STIES Putera Bangsa menyambut baik kehadiran BPS sebagai upaya menyelaraskan teori di kelas dengan data riil di lapangan. Dengan adanya dua jurusan (Akuntansi dan Manajemen Bisnis), mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengelola keuangan dan bisnis, tetapi juga mahir membaca peluang melalui data statistik resmi yang diterbitkan pemerintah.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal kerjasama yang lebih erat, baik dalam hal penyediaan data riset bagi dosen maupun peluang praktis bagi mahasiswa untuk memahami metodologi survei nasional. (Burhan)