Jakarta, 19 Januari 2026 — Badan Pusat Statistik (BPS) menyelenggarakan Koordinasi Kegiatan Statistik Distribusi Tahun 2026 bersama BPS Republik Indonesia sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan perencanaan, metodologi, serta arah pengembangan statistik distribusi secara nasional.
Kegiatan koordinasi ini melibatkan 12 Ketua Tim Statistik Distribusi di tingkat pusat BPS RI, yang masing-masing membidangi kegiatan statistik strategis pada domain distribusi, perdagangan, jasa, hingga pengembangan statistik. Forum ini menjadi sarana penting untuk memastikan keterpaduan pelaksanaan kegiatan statistik pusat dan daerah pada tahun 2026.
Koordinasi ini diikuti oleh seluruh Tim Statistik Distribusi BPS Kabupaten Tegal yang digawangi oleh Heny Khristianawati, Salafuddin, dan Martin Muktia. Kegiatan diikuti secara daring melalui kanal Zoom dan YouTube BPS RI, di sela-sela pelaksanaan kegiatan pelatihan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang sedang berlangsung di daerah.
Dalam kegiatan ini, masing-masing Ketua Tim memaparkan rencana kegiatan Statistik Distribusi 2026, pembaruan metodologi, serta isu dan tantangan yang berpotensi dihadapi dalam pelaksanaan survei dan sensus. Diskusi juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas data, efisiensi proses bisnis statistik, serta penguatan koordinasi pusat dan daerah.
Koordinasi Statistik Distribusi 2026 diharapkan dapat memperkuat peran statistik distribusi dalam mendukung penyusunan indikator strategis seperti inflasi, neraca perdagangan, indeks harga, serta kontribusi sektor distribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, hasil koordinasi ini menjadi pedoman bagi satuan kerja BPS di daerah dalam melaksanakan kegiatan statistik secara seragam, akurat, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, BPS berkomitmen untuk terus menghadirkan data statistik distribusi yang berkualitas, relevan, dan berdaya guna guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta pembangunan ekonomi nasional.(Wid)