Bandungan, Semarang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi persiapan Sensus Ekonomi (SE) 2026 pada tanggal 25-26 November 2025 di Hotel Griya Persada, Bandungan, Semarang. Acara ini dihadiri oleh seluruh perwakilan ketua SE kabupaten, Ketua Garda SE kabupaten, ketua pelaksana, dan anggota tim SE BPS kabupaten se-Jawa Tengah.
Acara dibuka oleh Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Jawa Tengah, Joko Suwarno, yang menyampaikan tentang langkah strategis untuk mendukung transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Joko Suwarno menekankan pentingnya SE 2026 sebagai fondasi data yang kuat untuk perencanaan dan evaluasi pembangunan ekonomi.
Tiga pembicara dihadirkan untuk memberikan wawasan dan strategi dalam pelaksanaan SE 2026. Ade Sasongko Pramudhito dari HIPMI Jawa Tengah membahas tentang bagaimana SE 2026 dapat menghasilkan data yang kuat untuk mendukung ekonomi maju. Agus Toto Widyatmoko, Pimpinan Redaksi Suara Merdeka, menyampaikan tentang peran penting media massa dalam menyukseskan SE 2026 melalui diseminasi informasi yang efektif dan akurat. Widodo, seorang akademisi dari Universitas 17 Agustus, memaparkan strategi manajerial survei untuk mencapai kualitas data yang optimal.
Di hari kedua, sesi diisi oleh perwakilan dari BPS RI, Edi Prawoto, yang menegaskan kembali tentang pentingnya SE 2026 dan langkah-langkah yang harus ditindaklanjuti oleh setiap kabupaten. Edi Prawoto menekankan perlunya koordinasi dan sinergi antara BPS pusat dan daerah untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan SE 2026.
Kabupaten Tegal mengirimkan perwakilan yang terdiri dari Diana Dwi Susanti, Martin Muktiasih, Imam Furqon Roziqin, Bahtiar Helmi, Anni Shoffiati, Ema Tamaena, dan Adi Prima Nugraha. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen Kabupaten Tegal dalam mendukung dan menyukseskan SE 2026.
Rapat koordinasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang komprehensif dan strategi yang efektif bagi seluruh peserta dalam mempersiapkan dan melaksanakan SE 2026. Dengan data yang akurat dan berkualitas, diharapkan dapat mendukung transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. (Uonk)