Tegal,— Seluruh pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal mengikuti kegiatan Diskusi Tematik Sensus Ekonomi 2026 (SIMASE 2026) yang dilaksanakan secara daring pada 24 Desember 2025. Kegiatan bertema “Peran Strategis Publisitas dan Hubungan Kelembagaan dalam Sensus Ekonomi 2026”memaparkan strategi operasional dan komunikatif untuk memastikan partisipasi pelaku usaha dan masyarakat sehingga data SE2026 akurat dan dapat menjadi dasar kebijakan nasional ke depan.
Tema utama: Peran publisitas dan penguatan hubungan kelembagaan untuk mendukung keberhasilan SE2026.
Penyampai utama (dokumen): Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM (Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah) tampil sebagai salah satu narasumber dalam paparan pusat yang disusun untuk SIMASE 2026. Presentasi pusat menekankan bahwa SE2026 bukan kegiatan statistik rutin melainkan misi besar bangsa yang berdampak pada rebasing PDB dan kualitas business register.
Dokumen resmi menegaskan bahwa keberhasilan SE2026 ditentukan bukan hanya metode statistik, melainkan tingkat kesadaran masyarakat, dukungan lintas sektor, dan koordinasi kelembagaan. SE2026 akan:
1. Menyediakan peta struktur ekonomi terkini seluruh wilayah Indonesia;
2. Menjadi basis rebasing PDB (2025) dan perbaikan business register untuk survei BPS selanjutnya;
3. Memberikan insight untuk analisis ekonomi khususnya ekonomi digital, kreatif, dan ekonomi lingkungan.
Berdasarkan kedua dokumen yang menjadi dasar kegiatan, materi yang disampaikan dan dibahas meliputi:
1. Tujuan Publisitas SE2026
Meningkatkan awareness masyarakat; membangun kepercayaan publik; mendorong partisipasi aktif pelaku usaha; menegaskan jaminan kerahasiaan data sesuai undang-undang.
2. Sasaran Publisitas
Pemerintah daerah/OPD teknis, akademisi, media, komunitas, asosiasi usaha, pelaku usaha formal & informal, masyarakat umum dan pemangku kepentingan.
3. Strategi Publisitas
Publisitas langsung: sosialisasi tatap muka (pertemuan dengan pemda, OPD, asosiasi), roadshow ke sentra ekonomi/kawasan industri/pasar, goes to campus/school, literasi statistik untuk media dan pengusaha, agen sensus ekonomi, integrasi dengan event daerah (karnaval, kirab budaya), kick-off oleh kepala daerah.
Publisitas tidak langsung: media massa (radio, TV lokal), webinar/YouTube, konten media sosial mingguan, video singkat & testimoni, materi cetak (spanduk, baliho, poster), maskot, potobooth, dan dekorasi ruang publik.
4. Strategi Kelembagaan dan Pola Kolaborasi
Koordinasi lintas tingkat BPS (Pusat → Provinsi → Kab/Kota), MoU/PKS dengan kementerian/lembaga, surat edaran Mendagri/Gubernur/Bupati, dukungan asosiasi pada tingkat pusat/provinsi/kabupaten. Pola kolaborasi diformulasikan menjadi koordinatif (sinkron pesan/jadwal), kolaboratif (publisitas bersama/branding), dan partisipatif (kelembagaan jadi agen sosialisasi).
5. Teknis Pendataan & Monitoring
Pengumpulan data register/prelist dari K/L, OPD, asosiasi; pemantauan pemasukan data melalui dashboard; peran OPD dan mitra strategis dalam memfasilitasi akses ke pelaku usaha dan sentra ekonomi.
6. Rencana Publisitas 2026 (khusus Karesidenan Pekalongan)
Rincian kegiatan publikasi kabupaten/kota pada Karesidenan Pekalongan disiapkan (dokumen merujuk ke sumber rencana digital yang terpusat). Dokumen rencana terlampir dapat diakses melalui kanal internal yang ditunjuk.
Dukungan kelembagaan dan kebijakan
* Dokumen menyebut kemungkinan dicanangkannya SE2026 di Istana Negara oleh Presiden RI pada Februari 2026 (status: tentatif/menyesuaikan jadwal) sebagai bagian dari penegasan agenda nasional.
* Surat edaran dan instruksi dari Mendagri, Gubernur, Bupati/Walikota, serta dukungan asosiasi (tingkat pusat, provinsi, kabupaten) diidentifikasi sebagai instrumen utama untuk mendorong partisipasi pelaku usaha.
Harapan hasil dan indikator keberhasilan
* Target keberhasilan yang disebutkan: cakupan 100% — zero nonresponse, serta data sensus berkualitas sebagai output yang bisa dipakai untuk rebasing PDB dan perencanaan kebijakan.
Peran dan tindak lanjut bagi BPS Kabupaten Tegal
Berdasarkan arahan dalam kedua dokumen, berikut langkah-langkah operasional yang relevan untuk seluruh pegawai BPS Kab Tegal:
1. Menjadi agen publikasi lokal: ikut serta dalam roadshow, kampanye pasar, dan kegiatan ‘goes to campus/school’ untuk menjelaskan tujuan SE2026.
2. Koordinasi intensif dengan OPD setempat: minta surat edaran/himbauan resmi dari Bupati/OPD terkait untuk mendorong kepatuhan pelaku usaha.
3. Siapkan dan verifikasi Data Register/Prelist lokal: susun daftar pelaku usaha formal & informal sebagai basis sampel dan pra-pengisian.
4. Pemantauan data via dashboard: ditugaskan monitoring pemasukan data; laporkan kendala teknis atau cuplikan nonresponse ke provinsi/pusat.
5. Produksi materi publikasi lokal:spanduk, poster, baliho, video testimoni pejabat daerah dan pelaku usaha; siapkan konten untuk platform media sosial BPS Kab Tegal.
6. Integrasi dengan kegiatan daerah:sinkronkan keikutsertaan di event CFD, karnaval, pasar malam, dan kegiatan budaya untuk menyasar pelaku usaha kecil dan informal.
7. Litbang komunikasi: lakukan literasi statistik singkat untuk media lokal dan asosiasi pengusaha agar pesan konsisten.
8. Siapkan tim teknis lapangan: pelatihan agen sensus ekonomi lokal terkait cara pewawancaraan, etika, dan jaminan kerahasiaan data.
9. Bangun jaringan mitra: gandeng Diskominfo, Dinas Koperasi/UMKM, Dinas Perindustrian & Perdagangan, Dinas Pariwisata, perguruan tinggi, dan asosiasi lokal sesuai panduan mitra strategis.
10. Laporkan progres secara berkala ke BPS Provinsi:hasil sosialisasi, kendala lapangan, tingkat respons, dan rekomendasi penyesuaian strategi.
Diskusi tematik daring ini menegaskan bahwa setiap pegawai BPS Kabupaten Tegal memiliki peran penting — tidak hanya sebagai pelaksana teknis pendataan, tetapi juga sebagai duta publik yang membangun kepercayaan dan mendorong partisipasi. Dengan menerapkan strategi publisitas langsung dan tidak langsung, memperkuat kolaborasi kelembagaan, serta memastikan data register dan monitoring dashboard bekerja baik, diharapkan SE2026 mencapai cakupan penuh dan menghasilkan data ekonomi nasional berkualitas. (wid)